Aguero Diklaim Tidak Suka Jadi Pemain Cadangan

Mantan pemain Manchester United, Robbie Savage mengklaim bahwa Sergio Aguero tengah tidak bahagia di Manchester City. Savage menyebut Aguero tidak suka hanya dijadikan pilihan kedua oleh Josep Guardiola musim ini.

Pada paruh kedua musim lalu, nama Aguero mulai dikabarkan tidak bahagia di Manchester City. Ia disebut tidak suka tersingkir dari posisi starter The Citizens setelah kedatangan Gabriel Jesus dari Palmeiras.

Sempat mereda, isu itu kembali menghangat baru-baru ini. Pada pertandingan kontra Bournemouth, Guardiola memutuskan untuk memasukan Aguero 25 menit sebelum laga usai, di mana posisi starter dipegang oleh Gabriel Jesus.

Di mata Savage, Aguero dinilai tidak bahagia dengan keputusan Guardiola ini. “Jika anda Aguero, apakah anda akan bahagia menjadi pemain cadangan minggu ini dan kemudian menjadi starter minggu depan?,” ujar Savage kepada BT Sports.

“Dia [Aguero] adalah salah satu striker terbaik di dunia. Ia tidak akan puas hanya memainkan peran sebagai pemain cadangan.” tutup mantan pemain Timnas Wales tersebut.

Musim ini Aguero tercatat 2 kali menjadi starter dan 1 kali menjadi pemain cadangan. Ia total baru membuat 1 gol sejauh ini.

Pemain Arsenal Kurang Fight di Anfield

Eks striker Arsenal, John Hartson, mengatakan bahwa para pemain klub, bukan manajer Arsene Wenger, harus siap menerima kritik usai mereka kalah 0-4 dari Liverpool di Premier League.

The Gunners memulai laga dengan modal kekalahan 0-1 dari Stoke City akhir pekan lalu, dan mereka kemudian dihajar tuan rumah di Anfield.

Hartson mengatakan bahwa Liverpool memenangkan semua pertarungan selama 90 menit, dan sosok 42 tahun, berkeras bahwa para pemain harus bertanggung jawab.

Liverpool memenangkan semua pertarungan di sepanjang laga. Jika anda bisa melakukannya, biasanya anda akan menjadi tim pemenang,” tutur Hartson di BBC.

“Ketika anda datang ke tempat sulit seperti Anfield, secara mental anda harusnya sudah siap untuk laga yang sulit, anda harus siap berlari ke belakang, mentekel lawan dan berusaha keras. Arsenal tidak melakukan itu – mereka kurang berusaha.”

“Salahkan Arsene Wenger sesuka anda, namun jika pemain Arsenal tak berjuang keras, maka pasti ada sesuatu yang salah di klub

Pertama Kalinya Pique Merasa Inferior di Hadapan Madrid

Barcelona kalah 0-2 melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu pada leg kedua Supercopa de Espana 2017. Setelah takluk 1-3 di Camp Nou pada leg pertama, Barcelona pun gagal menjadi juara karena kalah agregat telak 1-5 atas rival abadi mereka.

Barcelona gagal meraih trofi resmi pertama mereka musim ini.

Bek Barcelona Gerard Pique mengaku terpukul dengan kekalahan dalam dua El Clasico ini. Menurut Pique, selama memperkuat Barcelona, ini adalah pertama kalinya dia merasa inferior di hadapan Madrid.

“Musim masih panjang dan kami masih bisa berkembang jadi lebih baik lagi,” kata Pique seperti dilansir Marca.

“Namun, sembilan tahun di Barcelona, ini pertama kalinya saya merasa kami inferior di hadapan Madrid.”

“Memang benar mereka juara Liga Champions musim lalu, tapi kami berada di sini dan menjuarai kompetisi yang sama tak lama sebelum itu.”

Kami Harus Akui Madrid Lebih Baik

Real Madrid menjuarai Supercopa de Espana 2017 usai mengalahkan Barcelona dengan agregat telak 5-1. Setelah menang 3-1 di Camp Nou pada leg pertama, Madrid memenangi El Clasico di Santiago Bernabeu dengan skor 2-0 pada leg kedua.

Bek Barcelona Gerard Pique mengatakan kalau ini adalah masa-masa yang cukup sulit, tapi tim harus tetap kompak. Pique juga meminta Barcelona menerima kekalahan dari rival abadi mereka ini.

“Ini bukan momen terbaik bagi kami, sebagai sebuah tim maupun klub,” kata Pique seperti dikutip Marca.

“Kami harus tetap bersatu dan terus melangkah maju.”

“Penting bagi kami untuk menerima kekalahan ini dan mengakui kalau Madrid lebih baik.”

Usai kalah di leg pertama, Pique mendapatkan kritikan dari direktur Barcelona Pep Segura. Namun Pique mengaku tidak memendam dendam.

“Tak ada masalah.”

“Bersama-sama kami bisa lebih kuat. Hanya saja, kadang ada pernyataan-pernyataan yang disalahartikan,” pungkas Pique.

Valverde Tolak Sebut Madrid ‘Invincible’

Real Madrid menjuarai Supercopa de Espana 2017 usai mengalahkan Barcelona dengan agregat telak 5-1. Setelah menang 3-1 di Camp Nou pada leg pertama, Madrid memenangi El Clasico di Santiago Bernabeu dengan skor 2-0 pada leg kedua.

Bersama pelatih baru Ernesto Valverde, Barcelona gagal meraih trofi resmi pertama musim ini.

Barcelona tak berdaya di hadapan rival abadi mereka. Meski begitu, Valverde menolak menyebut Madrid sebagai tim yang invincible alias tak terkalahkan.

“Tak ada tim yang tak terkalahkan,” kata Valverde dalam konferensi pers pascalaga seperti dilansir Marca.

“Jika ada satu kepastian seperti itu di dunia olahraga, maka setiap tim akan kalah di satu waktu tertentu.”

Valverde diangkat sebagai pelatih baru Barcelona pada 29 Mei 2017 menggantikan Luis Enrique.

Menangani klub sebesar Barcelona bukanlah pekerjaan mudah. Terlebih lagi, mereka baru saja kehilangan Neymar, pemain pilar yang hengkang ke PSG.

Debut resmi Valverde pun berakhir pahit, kalah dalam dua El Clasico melawan Madrid dan gagal membawa Barcelona juara Supercopa.

Matuidi Lolos Tes Medis di Juventus

Juara bertahan Serie A, Juventus segera mendapatkan amunisi anyar di lini tengah mereka. Mereka sedikit lagi akan mendapatkan gelandang PSG, Blaise Matuidi setelah sang pemain lolos tes medis di Turin.

Nama Matuidi sendiri sejatinya bukan nama baru yang dihubungkan dengan Juventus. Selama beberapa tahun terakhir gelandang Timnas Prancis itu kerap dikabarkan menjadi buruan nomer satu klub asal Turin tersebut.

Setelah melalui perjuangan yang panjang Juventus sedikit lagi akan mendapatkan sang gelandang. Hal itu dikonfirmasi oleh kubu Si Nyonya Tua melalui akun twitter mereka baru-baru ini.

“Update: Blaise Matuidi telah menyelesaikan bagian pertama dari tes medisnya di Juventus”

Menurut berita yang dilansir Website resmi Juventus, Matuidi tiba di Turin pada pukul 16.00 Waktu setempat kemarin. Setelah itu ia langsung menuju ke J-Medical untuk melangsungkan tes medis tersebut.

Menurut lansiran tersebut, Matuidi akan diperkenalkan ke publik pada hari Kamis (17/8) pagi waktu setempat. Ia dikabarkan ditebus dengan harga mencapai 20 Juta Euro

Timnas Indonesia U-22 Vs Filipina, Ezra Walian Akan Dimainkan

Pemain berdarah Belanda-Indonesia, Ezra Wailan, kemungkinan akan memperkuat Timnas Indonesia U-22 dalam pertandingan kedua babak penyisihan Grup B menghadapi Filipina di cabang sepakbola SEA Games 2017. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Sah Alam Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 17 Agustus 2017.

“Ya, Ezra kemungkinan akan diturunkan saat Timnas U-22 menghadapi Filipina. Tapi, semua itu kita serahkan kepada Luis Milla,” kata Asisten Manajer Timnas U 22, Ferry Kono, di Hotel Royal Chulan Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 16 Agustus.

Dalam latihan di lapangan Aman, Kuala Lumpur, Rabu pagi, Luis Milla telah menurunkan striker asal klub Jong Ajax. “Tadi, Ezra memang sudah diturunkan dalam sesi latihan selama setengah jam,” kata dokter Timnas U-22, Syarif Alwi.

Berbicara masalah kondisi pemain setelah menahan imbang Thailand 1-1, Syarif Alwi menyebut seluruh pemain sudah dalam kondisi bagus. “Kondisi fisik pemain memang terkuras saat menahan imbang Thailand. Tapi, kondisi mereka sudah pulih sepenuhnya,” katanya.
Di laga pertama melawan Thailand, pelatih Luis Milla menurunkan formasi 4-3-3. Trio barisan penyerang Timnas Indonesia U-22 diisi oleh Febri Haryadi, David Septian, dan Marinus Wanewar.